Explore Zona Dewasa

Viral Kisah Seks Nikmat Ngewe 2 Lubang 2

  Tradingan.com - Aku tersentak karena teriakannya, Mia berteriak sakit, tapi aku belum memasukkan batang kemaluanku sedikit pun, baru hanya menyentuh bagian luarnya. Akhirnya aku berpikir bahwa kalau kupaksakan untuk menusuk semua batang zakarku yang panjang 17 cm, dan berdia meter 5 cm ini, akan berakibat fatal, yakni Mia bisa jadi tidak ikut ke pesta atau datang ke pesta dengan jalan terjingkat-jingkat. Aku putuskan bermain dengan menggesekkan batangku di bibir vagina yang tembam itu. Aku berhenti sejenak, dan bertanya pada Mia.


“Apa kamu merasakan nikmat Nak..?” tanyaku lembut sambil mengelus keningnya.
“Ia Pa.., tapi ada sakitnya..” jawab Mia lugu.
“Kamu pernah seperti ini Sayang..?” tanyaku lagi.
“Belum Pa.., Ciuman aja baru sama Papa tadi ini…” katanya lugu.
“Benar kamu belum pernah ciuman..?”
“Benar Pa.. sumpah…”

Kalau soal di luar ciuman aku percaya dia belum pernah, karena dari tadi sejak aku mulai mengelus buah dadanya sampai menciumi dan bahkan menekan zakarku ke vaginannya, dia kaku tanpa mengibangi, hanya pinggulnya yang bergerak, itu pun dikarenakan naluri kewanitaannya.

Percakapan aku sambung lagi sambil tetap berpelukan tanpa busana dengan posisi aku masih di atas, dan batang besarku tetap kutempelkankan pada vagina Mia. Memang kuraskan mulai agak mengendur.

“Kamu pasti belum puas..?” kataku.
“Maksud Papa puas itu seperti apa..?” tanyanya lugu.
“Puas itu ialah mencapai kelimaks, yang tandanya Mia merasakan seolah-olah kayak pipis, tapi tidak pipis, dan setelah itu badan Mia terasa lemas.” jelasku.
“Ah.., Mia enggak ngerti ah Pa..” dia kelihatan binggung.
“Tapi Mia maukan mencoba dan merasakannya..?” tanyaku merayu.
“Emm.., mau sih Pa.., tapi tidak pakai sakit Pa..” jawabnya manja.
“Boleh deh..” jawabku singkat.
“Janji ya Pa..!” pintanya manja.
“Janji..” kataku.
“Sekarang Mia peluk Papa dan cium bibir Papa sperti tadi..”

Tanpa malu-malu lagi Mia memeluk dan menciumku dari arah bawah. Aku pun segera menyambut ciumannya dengan menjulurkan lidahku masuk ke dalam mulutnya, Mia pun langsung bermain dengan lidahnya. Sedangkan bagian bawah mulai kutempelkan, dan aku gerakkan ke kiri dan ke kanan. Naik dan turun, sehingga sedikit demi sedikit kemaluanku mulai membesar lagi. Dan sekarang sudah mengeras seperti tadi, tetap kutempelkan di vagina Mia, naik dan turun kugesekkan pada bibir tumpukan daging yang tembab itu.

Ciuman bibir kami berhenti, karena Mia sekarang lebih banyak bersuara.
“Pa.., ahk, Pa..,”
“Enak Sayang..?”
“Ia Pa.”
“Sakit Sayang..?””Tidak.. ahk..! Au..,”
“Sakit Sayang..?”
“Ahk.., i.. au.. ahkkk..!”
Kuteruskan gerakanku naik dan turun sambil menekan batang kemaluanku yang sudah mengeras. Dan pelukan Mia semakin erat kurasakan.

“Apa rasanya Sayang.., enak Nak..?” tanyaku manja.
“Enggak tau Pa.., Mia rasanya mau pipis Pa.. ahk..!”
“Pa… a.., Mia mau pipis Pa..,”
“Ah.. uhk.., ahhkk.. ahhhkkk.., Papa.., Mia.. Pa.. Mia mau.. Pa.., Mau pi..”
Kuhentikan gerakanku dan kurenggangkan zakarku dari vaginanya. Dan aku merosot ke bawah menuju selangkangan Mia untuk menciumi vagina yang merah jambu ini, sambil meraih dua remote untuk menyalakan TV dan VCD, yang sudah kupersiapkan, bila misi urut mengurut gagal, maka akan kualihkan dengan misi nonton VCD Porno. Tapi VCD ini akan bermanfaat untuk Mia berlajar saat aku memintanya nanti mengulum batang ajaib ini. Wajib baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Kisah Seks Nikmat Ngewe 2 Lubang 2"

Posting Komentar