Explore Zona Dewasa

Kisah Seks Pelajaran Bercita Buat Adukku 1

  Tradingan.com - Adikku Chrissy kubuat knock-out pada usia 16 tahun, tiga tahun dibawahku. Dia benar-benar sudah tumbuh sebagai seorang gadis yang sempurna. Tubuhnya yang semampai, tinggi 165 cm dengan ukuran vital 35-22-34. Ditunjang dengan kulitnya putih dan mulus, wajahnya yang oval sangat cantik dan imut-imut. Benar-benar tubuh yang sangat ideal buat seorang gadis, bahkan seandainya dia mau jadi gadis model atau cover majalah gadis, dia bisa menjadi Top Model.

Pribadi Crissy juga sangat baik sekali, supel, mudah bergaul, murah senyum dan ramah. Bahkan hubungan kami sebagai adik-kakak pun hampir tidak pernah ada masalah. Demikian juga diluar lingkungan keluarga, adikku juga selalu jadi suporter utamaku yang fanatik dalam aktivitas olah raga yang kuikuti. Dia menganggapku bukan hanya sebagai kakak, tapi juga pahlawan dan type pemuda idamannya.


Hubungan kami pun jadi semakin rapat seiring dengan pertumbuhan kami. Kami saling membantu dan mensupport aktivitas kami masing-masing. Aku juga sangat bangga akan prestasi-prestasi yang diraihnya. Aku benar-benar memberikan segalanya buat Chrissy, perhatian dan kasih sayangku kepada Chrissy bahkan lebih besar dari pada orang tua kami. Dan kebetulan kedua orang tua kami terlalu sibuk dengan pekerjaannya, hampir sepanjang hari mereka tenggelam dalam kesibukan bisnisnya sehingga seolah-olah kehabisan energy untuk mengurusi permasalahan anak-anaknya.

Karena kedekatan kami maka Chrissy selalu mengadukan semua permasalahannya kepadaku, mulai dari hal yang paling rahasia sampai hal-hal yang paling sepele sekalipun. Dan ketika Chrissy mulai menginjak remaja, aku jadi semakin proactive dan protective terhadap persoalan remajanya melebihi dari kakak-adik pada umumnya.

Salah satu permasalahan khususnya adalah hubungannya dengan pacarnya saat ini. Aku benar-benar memberikan perhatian secara khusus. Aku selalu memonitor setiap kali dia melakukan kencan. Adalah sangat mengherankan bahwa hubungan kami berdua tetap terpelihara baik, karena Crissy juga sangat menghagai akan perhatianku. Walaupun kebribadian Crissy yang demikian mengagumkan, tetapi dia begitu peka dan rentan perasaannya, khususnya kalau menghadapi seorang pemuda, sehingga kadang-kadang dia pulang kencan dengan mata merah habis menangis. Akupun segera menghiburnya, membantunya memecahkan permasalahannya ataupun menerangkan bagaimana sikap dan perasaan seorang pemuda dan juga memberikan tip-tip strategi untuk melindungi kepentingannya secara bijaksana.

Salah satu permasalahan yang dihadapi Crissy adalah berhubungan dengan perkembangan sexuality. Banyak permasalahan dan air matanya yang diberikan kepadaku untuk masalah ini, dan akupun mencoba memecahkan persoalannya secara bijaksana dan tuntas, langsung kepokok permasalahannya. Aku kadang-kadang menggunakan cerita tentang madu dan lebah. Terkadang aku juga berusaha menerangkan dengan jelas tentang isue hubungan sex yang pernah dia dengar dari teman-teman wanitanya. Dari diskusi-diskusi yang kami lakukan, aku dapat mengambil kesimpulan bahwa Crissy masih perawan. Tapi dari aroma kewanitaannya yang tercium olehku setiap kali dia pulang kencan, meyakinkanku bahwa status keperawanannya tidak akan bertahan terlalu lama. Dan akupun sudah bersiap-siap untuk memberikan saran kepadanya untuk memilih dan menggunakan pil anti hamil secara berkala.

Aku berusaha mengantisipasi perkembangan ini dari berbagai sisi. Satu sisi, perasaanku yang timbul secara otomatis untuk melindunginya dari kurang pengalamannya dalam memilih pemuda idamannya. Disisi lain aku perlu mengantisipasi karena melihat perkembangan sexualitynya yang begitu cepat, dan sangat mengundang setiap lelaki, sehingga aku khawatir dia akan mendapat banyak masalah. Disisi yang lain lagi, aku harus mengakui bahwa aku sangat cemburu. Aku juga memahami bahwa perasaanku ini sangat salah. Tapi aku tidak dapat menyembunyikan perasaanku ini manakala setiapkali mencium aroma kewanitaannya ketika Crissy pulang kencan. Wajib baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Seks Pelajaran Bercita Buat Adukku 1"

Posting Komentar