Topoin.com - Dengan menggunakan kedua ibu jarinya, lelaki itu menyibakkan bulu-bulu jembut sang gadis belia nan begitu menawan, dikuakkannya belahan bibir vertikal yang berbentuk aluran indah lubang surga itu, membuatku dapat pula menyaksikannya lagi isi dalamnya yang masih lembab dan memerah lengkap beserta kelentit basahnya yang telah membengkak. Menggairahkan sekali isi belahan daging kemaluannya yang direkahkan, sayang sekali aku hanya dapat melihatnya tanpa dapat menyentuh atau merabanya, apalagi menikmatinya. Isi dalam liang sanggama kepunyaan gadis itu masih terdapat sisa-sisa rembesan lendir surgawinya, bibir dalamnya agak berkedut-kedut saat lelaki itu mengintip memeknya, saking takutnya gadis itu tanpa sengaja menggerak-gerakkan otot vaginanya untuk menolak apa yang akan dilakukan sebentar lagi dari lelaki bajingan itu kepadanya.
“Kau adalah gadis tercantik yang kuanggap pantas untuk melayaniku.. bersiaplah sayang.. karena kau akan menemaniku malam ini dan aku akan menikmati keindahan dan kehangatan tubuhmu ini manisku.. ha.. ha.. ha”, tawa kemenangan lelaki itu telah di depan mata sudah, seraya menatap tubuh telanjang gadis itu yang kini telah terentang tanpa daya lagi terikat di atas ranjang miliknya sendiri.
Kepala batang kontolnya yang besar dan panjangnya dua kali lipat dari ukuranku itu telah diarahkan tepat pada jalan masuk dari liang sanggama gadis itu yang telah terbuka paksa oleh kedua ibu jarinya. Ujung daging kejantanan lelaki itu kini telah bersentuhan dengan kulit luar dari celah bibir memeknya yang ranum. Lendir diujung pelir lelaki itu telah bertemu dengan lendir vaginanya yang terkuak. Memek gadis itu benar-benar telah terhidang baginya sekarang. Ia akan segera melakukan sesuatu hal yang tak pantas dan sepatutnya disaksikan oleh orang lain terhadap diri gadis itu, dimana ia akan menggauli korbannya itu dengan memasukkan batang pelirnya kedalam liang kewanitaannya sebagai perwujudan dari pelampiasan nafsu binatangnya itu.
Pinggul lelaki itu kini telah terapit oleh sepasang kaki indah milik sang dara yang terikat membentang lebar dalam posisi mengangkang siap untuk segera dibuahi rahimnya. Aku teringat akan lendir yang melekat pada celana dalam gadis itu tadi, bukankah itu menandakan dirinya dalam keadaan subur sekarang? Agaknya lelaki laknat itu memang telah menginginkannya untuk tujuan itu pulakah?
Posisi keduanya kini menggugah birahiku yang sejak tadi juga telah kutahan-tahan, dan inilah saatnya aku juga akan turut menikmati kesenangan lelaki bajingan itu terhadap gadis belia cantik itu,demikian pula halnya dengan diriku. Bukannya rasa iba atau kasihan yang keluar dari dalam lubuk hatiku, namun aku semakin senang dengan penderitaan yang akan dialami seorang gadis belia nan suci yang sebentar lagi akan segera kehilangan keperawanannya bersama lelaki bajingan itu. Kutelanjangi juga diriku dan kejantananku telah kupegang erat dengan tanganku siap pula untuk bermasturbasi sambil menyaksikan tubuh sepasang insan tersebut.
Terkait
Perlahan lelaki itu menghentakkan pinggulnya untuk yang pertama kalinya, namun gagal! Kepala pelirnya malah meleset ke sisi kiri dari lubang memek gadis itu dan hanya menghantam jembut gadis itu yang rimbun. Kembali lelaki itu menempatkan kontolnya ke lobang memek belia sang dara, tetapi tatkala dihentakkan lagi, masih juga mengalami kegagalan. Pada setiap hentakkannya diiringi jeritan tertahan dari gadis belia nan malang yang tengah dipaksa penuh untuk melewati malam pertamanya bersama lelaki bajingan tersebut.
“Oughh…! Aaghh!”, begitulah rintihnya dalam sumpalan celana dalam pada mulutnya. Lanjut baca!

0 Response to "Viral Cerita Mesum Tragedi Malam Pengantin 6"
Posting Komentar