Iklans.com - Awal tahun ini saya kedatangan teman dari kantor cabang yang datang dari sebuah pulau kecil belahan barat Indonesia, dia kepala perwakilan. Setelah rapat-rapat yang melelahkan, keesokan harinya, tepatnya pagi hari jam 09:00, dia menemuiku,
“Bud, gue suntuk banget nih (BT-birahi tinggi), gimana kalau kita jalan, lu khan tahu situasi Jakarta, sedangkan gue khan udah lama nggak di sini, tolong dong temenin gua!” kalimat pertamanya di pagi hari yang cerah ini (langit biru tak awan), setelah semalam Jakarta diguyur hujan habis-habisan.“Ed, bukannya di tempat lu, lebih banyak” jawabku, soalnya dia tinggal satu hari lagi tinggal di Jakarta, karena pekerjaannya lebih cepat satu hari dari rencana.
“Iya sih, tapi di sana itu lagu baru penyanyi lama, dan lagian kebanyakan sisa orang singapore, yang ‘kembali-botol’ (isinya ditumpahin di Indonesia)” katanya sambil duduk, kepala di jatuhkan ke sandaran kursi, dan kaki diletakkan di atas mejaku.
“Ya sudah kalau gitu, tapi lu liat waktu dong ini khan working-hour, lagian kepagian, di sananya, juga lagi pada molor,” jawabku, sambil shut-down computer.
Akhirnya kami berdua pergi, setelah dalam mobil,
“Ke mana kita?” tanyaku.
“Terserah, tempat mangkal lu aja!” jawabnya.
“Gua udah nggak ke tempat gituan lagi, Ed!” jawabku pura-pura bego.
“Ah, bilang aja lu takut ketahuan kartunya, ya sudah masuk tol dalam kota” gerutunya.
“Ke arah mana” tanyaku lagi.
“Tol Jagorawi” jawabnya, aku pikir wah jauh banget nih, bisa-bisa pulang malam, setelah ambil kartu di pintu tol jagorawi, tiba-tiba..
“Ambil kiri” untung, aku bersorak dalam hati, jadi nggak kejauhan, coba kalau ke puncak, bisa pulang besok, aku diam aja, biar dia yang ngasih tahu jalan, tak berapa lama sampai di ujung jalan tol.
“Kanan” katanya lagi, wah kacau nih bisa-bisa tempat mangkalku nih.
“Yah, kiri masuk” katanya, sampai deh, tuh khan bener ke mabes, tapi aku tetap mengekspresikan belum pernah kemari.
“Katanya sudah lama nggak tinggal di Jakarta, koq masih inget aja sih,” gerutuku, sambil menutup pintu kodok.
“Yah kalau tempat ginian sih inget” jawabnya sambil senyum.
“Lagian kita kepagian Ed untuk ngamar” kataku.
“Enakkan kepagian belum bekas orang dan tenaga masih penuh!” jawabnya. Setelah kita masuk ke tempat itu, waktu sudah cukup siang buat orang kantoran, Edi ke resepsionis, tanpa membuka album, dia bicara agak lama dengan Mbak resepsionis, dan setelah itu..
“Bud, lu, gue pilihin, udah yuk masuk!” ajaknya. Dari daftar yang aku baca sepintas belum ada tamu yang datang, mungkin terlalu pagi. Aku ikutin Edi dari belakang, sementara room boy ikutin aku dari belakang, kiri REGULAR, kanan VIP, wah dia ke kanan. Setelah itu sebelah kiri VIP large room sebelah kanan VIP medium room, dia ke kiri. VIP large room ada dua, di kiri dan kanan, dia ke kiri, jadi aku akan ke kanan, tapi si Edi menoleh ke arahku dan..
Terkait
“Bud, lu masuk ke kamar gue aja!” katanya, wah gang Bang nih. Setelah kita masuk kamar ke dua, tirai di tutupkan oleh room boy. Sebelumnya room boy menanyakan kita mau minum apa. Nggak berapa lama dia datang membawakan delapan botol air mineral 500 cc, gila bener sih Edi, mau ngisi radiator kali?
“Koq nggak sendiri-sendiri aja sih?” tanyaku, setelah room boy meninggalkan kamar.
“Udah deh” jawabnya singkat. Lanjut baca!

0 Response to "Cerita Ngentot Gadis Sange di Gang Bukake 1"
Posting Komentar